selamat datang di blog lintang lorenza

WASIAT


:: Serambi Tashawwuf - Gerbang Mengenal Pengantar Suluk ::

Thursday, March 25, 2010

Wasiat Terakhir Imam Al-Ghazali ra.

Sahabats…
Satu lagi nasihat yang sangat berguna untuk kita renungkan dan amalkan dari Imam Al-Ghazali ra. kali ini kami persembahkan untuk anda. Naskah ini kami peroleh secara copy paste dengan izin dari notes facebook sahabat Kuswandani Muhammad Yahdin. Dalam nasihat atau wasiat terakhir ini beliau menekankan bahwa identitas jiwa lebih penting dari pada raga kita. Nah, selamat merenungkan dan mengamalkan…

Imam Ghazali terbangun pada dini hari dan sebagaimana biasanya melakukan shalat dan kemudian beliau bertanya pada adiknya, “Hari apakah sekarang ini?”
Adiknya pun menjawab, “Hari senin.”
Beliau kemudian memintanya untuk mengambilkan sajadah putihnya, beliau menciumnya, menebarkannya dan kemudian berbaring diatasnya sambil berkata lirih, “Ya Allah, hamba mematuhi perintahMu,”
… dan beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Di bawah bantalnya mereka menemukan bait-bait berikut, ditulis oleh Al-Ghazali ra., barangkali pada malam sebelumnya.
“Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku, mati
Menangis untukku dan berduka bagiku
Janganlah mengira bahwa jasad yang kau lihat ini adalah aku

Dengan nama Allah, kukatakan padamu, ini bukanlah aku,
Aku adalah jiwa, sedangkan ini hanyalah seonggok daging
Ini hanyalah rumah dan pakaian ku sementara waktu.
Aku adalah harta karun, jimat yang tersembunyi,
Dibentuk oleh debu,yang menjadi singgasanaku,


Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya,
Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkar ku

Dan kini aku lanjut terbang dan badan ini kutinggal sbg kenangan
Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku
Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.
Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kubur ku telah ditanggalkan.
Kini aku berbicara dengan para malaikat diatas,
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Aku melihat Lauh Mahfuz, dan didalamnya ku membaca
Apa yang telah, sedang dan akan terjadi.
Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenang2an, tidak lebih
Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luar ku,
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan
Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal.
Rumah kalian bukanlah tempat ku lagi.
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tidak, itu adalah kehidupan,

Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini,
Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang
Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini
Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu,

Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut.
Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya
Badan badan yang berasal sama
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Semoga kedamaian dan kegembiraan Allah menjadi milikmu selamanya.
* Terima kasih kami haturkan kepada Sahabat Kuswandani, semoga Allah merahmati.
Sumber:
www.ghazali.org
bisa jg menyaksikan teks inggrisnya sambil mendengarkan iringan syair lagu yang menggetarkan jg di http://www.youtube.com/watch?v=YvtI0YPhTGA&feature=related.

9 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://serambitashawwuf.blogsome.com/2010/03/25/wasiat-terakhir-imam-al-ghazali-ra/trackback/
  1. Cak, indah sekali puisi sang imam agung. Membuatku teringat kpd almarhum pembimbingku. Betul, beliau tidak mati. Yang mati adalah jasadnya. Beliau hadir, sangat sering - kita sadar atau tak sadar. Demikian pula para awliya & shalihin lain.
    Comment by heru — Saturday, April 3, 2010 @ 20:51
  2. subhanallah
    Comment by popo — Tuesday, April 13, 2010 @ 15:49
  3. subhanallah..
    lailahaillallah…
    Comment by vino — Friday, August 6, 2010 @ 11:55
  4. lahaula wala kuwata illa billa khil aly hil azim
    Comment by iwan — Tuesday, May 31, 2011 @ 15:08
  5. subhanallah..mintak keizinan tuan utk disampai-sampaikan kpd teman2 yg lain..smg usaha kalian dan usahaku diberkati..amin
    Comment by nisa — Tuesday, September 13, 2011 @ 13:56
  6. alhamdulillah
    Comment by doni damar piliang — Wednesday, October 19, 2011 @ 23:58
  7. Mohon izin share
    Comment by Anonymous — Thursday, October 20, 2011 @ 20:15
  8. Benarkah syair itu dari beliau ?? pernah baca buku ihlya ‘ulumiddin karangan beliau ?? coba baca salah satu bagian pada BAB III, (perihal: penjelasan tentang apa yang diganti dari lafal-lafal ilmu, baca penjelasan lafal ke empat tentang dzikir dan mengingatkan dzikir) jika buku itu di alih bahasa oleh Drs. H Moh Zuhri, maka langsung baca halaman 109
    Comment by aryono — Friday, January 20, 2012 @ 21:32
  9. y itulah yg namanya arti sebuah kehidupan.
    HIDUP ADALAH MATI
    MATI ADALAH HIDUP
    dan itu pun Bagi yang menghidup-hidupkan JIWANYA.
    Comment by anam — Wednesday, February 1, 2012 @ 06:19
RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>






Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham

Tidak ada komentar:

Posting Komentar